Aspek Budaya di Kecamatan Panti
Aspek Budaya di Kecamatan Panti
Adat dan Tradisi Lokal
Malapeh Kawua Padi — sebuah tradisi di Nagari Panti Selatan yang dipertunjukkan dalam Festival Budaya Kabupaten Pasaman. “Malapeh Kawua” dalam bahasa masyarakat Panti berarti berniat atau bakawua, sebuah perpaduan antara adat dan syarak (agama). Tradisi ini menunjukkan pentingnya pertanian (khususnya padi) dalam kehidupan masyarakat.
Pelestarian adat melalui pengangkat tokoh adat (ninik mamak) dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat. Kecamatan Panti mencantumkan dalam visi/ misi untuk melibatkan tokoh adat dalam pelestarian adat istiadat.
Keagamaan
Kecamatan Panti dikenal sebagai salah satu kecamatan yang “paling agamis” di Pasaman. Masyarakatnya sangat religius, aktivitas keagamaan kuat, toleransi antarumat beragama juga dijaga.
Diselenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan secara rutin, melibatkan banyak peserta dari berbagai usia.
Pendirian sanggar keagamaan (nagari) yang dibiayai dari dana desa untuk pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak secara gratis di Nagari Panti Selatan.
Seni dan Literasi
Ada program Kampung Literasi di Kampung Air Terbit, Kecamatan Panti, sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Membaca. Kegiatan ini melibatkan penyambutan tarian dari sanggar seni, yang menunjukkan bahwa seni tradisional dipakai sebagai media dalam program literasi dan budaya membaca.
Kesenian seperti tari-tarian tradisional serta pertunjukan seni dalam festival budaya dan pawai budaya Kabupaten Pasaman yang diikuti Nagari Panti Selatan.
Cagar Alam dan Alam sebagai Bagian Budaya.
Cagar Alam Rimbo Panti — tidak hanya sebagai objek wisata alam tetapi juga bagian dari budaya masyarakat setempat. Keindahan alam, keunikan ekologis, dan koneksi budaya lokal terhadap lingkungan menjadi bagian dari identitas budaya di Panti.
Objek wisata air panas seperti Aek Milas di Rimbo Panti juga menjadi bagian pengalaman budaya lokal, terutama saat hari-hari raya dan musim kunjungan wisata.
Kerukunan Sosial dan Moderasi Beragama
Ada Kampung Moderasi Beragama (KMB) di Kecamatan Panti, sebagai upaya memperkuat kerukunan, saling pengertian antar agama dan etnik. KMB menunjukkan bahwa budaya toleransi sangat diperhatikan.
PKK dan organisasi sosial lainnya aktif dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di tingkat nagari/keluarga. Program kesejahteraan keluarga yang diinisiasi oleh masyarakat dan pemerintah lokal menjadi bagian budaya gotong royong dan solidaritas
Komentar
Posting Komentar